Bandung Lautan Cinta

Bandung Banjir Darah
Siangnya aku bersama Ambar dan Kiki pergi cari makan di luar soalnya kita jenuh di dalam rumah terus. Abis makan siang kita jalan-jalan ke Gramedia rencananya mo cari bacaan. Ngga’ taunya di sana kita ketemu sama temen Sammy yang dari jakarta namanya Novita, bersama suaminya sedang jalan2 di sana juga. ” Hai… ” sapaku pada Novita… karena aku ngga’ kenal suaminya, maka aku cuman senyum aja sedikit. ” Hai… lagi ngapain ? ” sapanya girang… terus kita ngobrol pendek dan dia cerita kalo suaminya besok lusa mo ke Korea terus ke Jepang… baliknya sekitar 10 hari kemudian. Dia lagi ogah ikut karena suaminya dalam rangka kerja dan dia juga ngga’ pengen pulang ke Jakarta, makanya dia mo gabung dengan kita semua.

Selesai dari Gramedia setelah kita dapat yang kita cari… langsung ke hotel tempat Novita dan suaminya nginep untuk kemasin barang dan Novita pindah ikut kita sedang suaminya langsung balik sendirian ke Jakarta dan sorenya dia langsung terbang ke Korea. Di rumah Ambar jadi makin rame karena di sana sekarang ketambahan 1 orang lagi mana cakep banget lagi… Novita itu orang tuanya campuran antara Cina dan Belanda… jadi tampangnya putih bersih ( kulit Asia ) tapi hidungnya mancung seperti bokapnya. Novita baru kawin dengan suaminya sekitar 2 bulan lalu jadi sekarang dia belum punya anak. Badannya sedang dan dadanya juga tidak terlalu besar… tapi cakepnya minta ampun… sepintas kadang seperti Paramitha Rusadi kadang agak beda… soalnya dia lebih mancung.

Kita sore itu kerjanya karaoke-an di ruang audio… dan seperti sebelumnya, kali ini juga sambil nge-SS… Novita sore itu pake daster Bali yang tipis warna putih… mana lengannya rada lebar… jadi ngga’ konsen nyanyi… terus aja ngelihat toketnya yang putih itu… sedang Kiki dari tadi duduk di karpet bersandar di antara kedua kakiku sambil nyandar di sofa. Ambar tiduran di karpet sambil merem. Sedang Oppie keponakannya sedang kedatangan temennya dan main di kamarnya sendiri. Novita sekarang kebagian nyanyi… nyanyinya lagu Indonesia dan Kiki yang nganggur dia mulai ngelus2 selangkanganku… aku kebetulan lagi pake celana pendek danlangsung aja dilorotin ama Kiki… terus dia meremas-remas sambil diisepnya. Novita dan Ambar ngga’ ngeliat yang dikerjakan Kiki karena asyik sendiri2… Ambar sambil tiduran sesekali dia bangun untuk ngisep SSnya… pas dia mo nawarin aku ngisep SS aku bilang ” Sudah nanti aja lagi aku sekarang sedang diisep ” kataku. ” Ki… kami narik dulu ini, biar gua gantiin ngisepnya ” kata Ambar pada Kiki dan Kikipun bangkit menerima bong dari Ambar dan duduk di sofa sambil megang bong…

Abis dua lagu Novita baru sadar kalo kita lagi seru dia sofa karena dia tadi nyanyinya sambil membelakangi kita2, dia menghadap TV deket sekali. Ditaruhnya mike di meja… lalu dia bilang ” Teh… pinjam mikenya yang itu donk… kaya’nya lebih enak dipake karaoke-an ” kata Novita pada Ambar. ” Yuk Nov… kita nyanyi duet yuk, mikenya joinan aja ” kata Ambar… yang dimaksud mike ngga’ lain adalah meriamku. Jadilah aku disep berduaan… ” Gede banget kepalanya ” komentar Novita, karena dia baru kali ini kenal meriamku… sebelumnya cuman kenal2 gitu aja dari Sammy. Waktu kenal dulu dia belum kawin… sudah 6 bulan lebih kali ngga ketemu sama Novita… waktu itu dia masih pacaran dan ketemunya juga di Kuta pas lagi main di pantai dan malemnya makan bareng di Jimbaran berempat sama cowocnya yang sekarang jadi suaminya bukan cowoc yang waktu itu.

Diisep berduaan ama cewec cakep2 gila aja… meriamku langsung teriak… MERDEKA BUNG…!!! ” Nov… kamu mo cobain ? ” tanya Ambar menawarkan. Yang ditanya cuman ngangguk aja. ” sana dech di kamarku aja biar ngga’ ngeganggu konsentrasi ” kata Ambar lagi dan kamipun langsung cabut ke kamar Ambar.
Di dalam kamar aku ngga’ nunggu lama lagi, aku rebahkan dia di ranjang dan aku peluk dia dalam dekapanku sambil aku ciumin pipi dan lehernya pelan2, sesekali aku usap rambutnya mesra sekali, Novitapun melakukan hal yang sama, sampe suatu ketika nafasnya mulai tidak teratur karena sekali dua aku remas dadanya dengan tangan kiriku, sedang tangan kananku masih tetap merangkulnya. Karena permainan sudah makin memanas maka aku rubah posisi dengan menindihnya terbalik, kepalaku ada di sela pahanya sambil isep selangkangannya aku ciumin keliling sekitar pangkal pahanya…. wuih bersih banget dech… kami berposisi 69 aku menindih Novita dan… meriamku amblas dikulumnya tapi ngga’ semuanya kira2 kepala lebih dikit… dan mulutnya seperti lagi makan bakso.
Merasa cukup dengan warming up, aku suruh Novita tengkurap di ranjang dan dia tunggingkan pantatnya lalu aku elus permukaan liangnya dengan jempolku lalu sejurus kemudian aku letakkan kepala meriamku di bibir liangnya yang menjanjikan itu… sejuta kehangatan telah terbayang di pelupuk mata… kenikmatan telah menanti… tanpa tunggu terlalu lama aku mulai tekan supaya bisa segera memulai permainan… ” Aaaaaach… ” Desah Novita begitu meriamku amblas dalam vaginanya. Permainan dengan doggy style berlangsung cukup mengasyikkan sampe tiba2 aku dikagetkan dengan masuknya Kiki sambil membawa camera digitalku dan mengabadikan foto kami yang sedang main anjing2an. ” Kiki… norak ach… masa orang lagi asyik diganggu ” hardikku… karena merasa terganggu. ” Sorry dech… ” katanya sambil ngeloyor keluar kamar. Dan akupun meneruskan permainan yang belum tuntas tadi… sampe akhirnya kami terkulai lemas penuh nikmat.

Aku keluar kamar sambil membawa digital cameraku yang ditinggal Kiki di dekat meja rias sekalian dengan note bookku… lalu aku bawa ke kamar Oppie… di sana ada computer lengkap dengan modemnya. Aku keluarkan peralatannya dan aku transfer file dari digital camera ke note bookku lalu aku save dan aku pasang kabel untuk connect dari note bookku ke computer oppie… lalu aku pindahkan file hasil foto tadi dan juga beberapa hasil fotoku saat memotret Kiki waktu di rumah Sammy di Jakarta ( ada di part 8 tentang Perawan Metropolitan ). Jadi semua foto aku save dalam hard disk Oppie. Kemudian aku transfer semua JPG file tersebut pada Sammy di Surabaya via E-mail dan aku juga sempatkan buat cerita part 8 dan part 9. Sedang cerita ini aku buat kemudian. Lalu aku pasang fotoku hasil jepretan Kiki ( saat aku nindih Novita tadi ) pada wallpaper Oppie. Kemudian aku matikan computer dan aku keluar kamar. Saat keluar kamar aku ketemu Oppie dengan temannya dan aku sempat dikenalkan, namanya Suzan anaknya putih cakep lagi… juga masih seusia Oppie. ” Pie… tadi Oom pinjem computer kamu untuk kirim E-mail. ” kataku pada Oppie, soalnya dia rada bingung ngelihat aku keluar dari kamarnya.

Malam harinya saat abis makan malem bertiga dengan Oppie dan Suzan ( karena ternyata Kiki dan Ambar asyik tripping di ruang audio dan ngga’ mau ikut makan ) aku duduk di teras belakang menghadap ke kolam ikan. Tiba2 aku dikejutkan oleh suara Oppie yang langsung duduk di pangkuanku dan dia bilang dengan wajah serius ” Oom ternyata Oom ini Jossy yang ada di Samzara itu ya ” tanyanya hati2. ” Kok kamu tanya gitu ? ” tanyaku ingin tau dari mana dia bisa bilang gitu. ” Tadi Oppie bongkar E-mail yang Oom buat dan Oppie juga sempat kaget waktu ngidupin computer ada gambar Oom sama tante Novita, emang sich wajah Oom ngga’ kelihatan tapi Oppie tau itu Oom karena fotonya di kamar tante Ambar khan ? ” kata Oppie yang membuatku rada kaget dengan analisanya dan juga bersyukur… dia udah baca ceritaku dan tau apa hobbyku dsb. ” Kok kamu tau semua ? ” selidikku lagi.
” Jelas donk Oom, soal foto itu Oppie tau dari warna sprei dan sarung bantalnya, kalo soal Samzara itu Oppie baca ceritanya di E-mail Oom tadi dan juga tujuan E-mailnya ke Samzara ” jawab Oppie tegas tanpa tedeng aling2 lagi.
” Terus apa mau kamu setelah tau semuanya ” tanyaku setengah nantang. ” Oom Oppie pengen kayak Oom sama tante Nov… sekalian tadi Suzan juga bilang kalo dia kepengen… soalnya dia itu baru tau kalo Oom itu Jossy yang sering dibacanya ” Oh… rupanya Oppie dan Suzan ini fansku juga… lumayan itung2 jumpa fans…. he… he… he..
” Oom kami semua temen main pada demen baca cerita di Samzara soalnya ceritanya banyak yang bersambung dan ngga’ repot nyarinya… kalo di tempat lain khan susah nyari sambungannya dan sering malah ngga’ ada sambungannya. ” kata Oppie lagi… [ ini aku tulis bukan untuk promosi, soalnya kalian pembaca juga ngakuin khan ].
” Kamu bilang tadi semua temen berarti bukan cuma kalian berdua, masih ada lagi tho ? ” tanyaku bingung. ” Iya masih ada temen2 yang lain, nanti kalo tau Oom ada di sini mereka pasti pengen kenal ” kata Oppie bersemangat.
Akhirnya Suzan yang tadi nonton TV ikut gabung di teras balakang… dan kamipun ngobrol kanan kiri… sampe pada saatnya perut sudah agak mendingan ngga’ terlalu kenyang… Oppie ngajak masuk ke kamarnya katanya ada film VCD dia baru pinjem dari temennya. Lalu kita bertiga masuk ke kamar Oppie dan nonton VCD dari computernya tapi kali ini ngga’ masuk monitor tapi disambung dengan kabel ke TV 29 inch… jadi gambarnya lebih jelas.

Dari nonton VCD BF sampe akhirnya kita bertiga bener2 jadi pelaku BF ( pada main ) berlangsung cepat dan ngga’ jelas siapa yang mulai, entah karena mereka terobsesi oleh ceritaku atau karena terbawa suasana… yang jelas malam itu aku dapet perawannya Oppie dan juga perawannya Suzan… mereka merelakan kegadisannya untuk Sang Idola. Hal ini baru aku rasakan… baru bintang cerita porno saja punya fans kaya’ gini… dan aku ngga’ bisa bayangin kalo jadi bintang film yang top seperti… pasti makin dapet perawan banyak donk… ???
[ Maaf aku ngga' cerita detail permainan dengan dua gadisku ini dengan alasan kasihan dan juga takut rahasia terbongkar karena pasti nanti banyak fans yang baca dan kenal pada pelaku jadi sebaiknya garis besarnya aja ].
Abis cuci… aku masuk ke ruang audio dengan wajah ceria karena abis makan 2 perawan, sedang mereka aku tinggal dengan tidur kelelahan karena habis terbantai.
Di ruang audio aku lihat Ambar sedang mengganti CD dan Kiki sedang ngelap keringatnya karena sepertinya mereka tripping terus dari tadi dan kaya’nya mereka sedang ON kenceng. Akupun langsung bernyanyi lagu tanpa musik dan tanpa teks… lagunya Gombloh almarhum… ” Rawe2 rantas… Prawan2 tuntas… denganku… ” lalu aku ambil rokok dan menyalakannya lalu melanjutkan dengan… ” Merah darahmu… putih spermaku… bersatu dalam semangatmu… gebyar2… bermain…. cinta…. ” sampe di situ aku berhenti dan Kiki lantas komentar ” Abis makan bini orang aja nyanyinya gitu “.
Dia kira aku gembira habis main dengan Novita, soalnya dari tadi Novita ngga’ balik ke ruang audio dan langsung tidur kelelahan dan juga mereka ngga’ tau kalo aku abis main sama Oppie dan Suzan. Akupun duduk di sofa sambil agak nge-gelosor… maklum lemes… dan capek banget….

Malam itu aku tidur di ruang audio bersama Kiki dan Ambar… dan Ambar masih sempat ngajak main tengah malem sekitar jam 3 dia bangunin aku dan minta jatah… abis bermain satu ronde aku dan Ambar tidur dan kami terbangun jam 9 pagi…

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: